Baik & Buruk Pemeliharaan Pada Kolam Semen

Maret 23, 2010

Setelah 6 bulan lamanya kami melakukan uji coba pemeliharaan ikan lele jumbo pada kolam semen akhirnya dapat kami ambil suatu kesimpulan dari hasil yang kami peroleh. Pada 3 bulan pertama kami sudah bisa memanen ikan tapi hanya sekitar 55% dari total tebar benih yang kami tebar.  Bulan berikutnya yaitu bulan ke empat 20% dan bulan kelima 15% serta terakhir sampai dengan bulan ke enam masih ada sekitar 10 % ikan-ikan tersebut belum bisa dipanen karena berat badan ikan baru sekitar 80-100 gr per ekor.

Dari hasil pengamatan selama ini ternyata pemeliharaan pada kolam semen tidak semulus pemeliharaan pada tanah atau kolam terpal, hal ini terbukti selain kami memelihara pada kolam semen kami melakukan uji coba sebanyak 300 ekor ikan kami pelihara dikolam terpal serta 100 ekor ikan kami pemelihara di kolam tanah. Hasil akhir menunjukan bahwa perkembangan yang terjadi pada ikan-kan yang dipelihara secara berbeda menunjukan perkembangan yang berbeda.

Adapun perbedaan yang terjadi adalah :

  1. Ikan yang dipelihara pada kolam tanah ternyata paling besar jika dibandingkan dengan kolam terpal dan kolam semen.
  2. Perbedaan daya tahan ikan dimana ikan yang dipelihara pada kolam semen mempunyai daya tahan yang kurang jika dibandingkan dengan yang dipelihara di kolam terpal dan tanah, hal ini terbukti ikan yang diambil dari kolam semen dalam beberapa jam jika diambil akan mati.
  3. Warna kulit ikan pun berbeda, kolam semen ikan berwarna agak lebih putih/terang  bila dibandingkan dengan yang didua kolam lainnya.
  4. Terdapat banyak luka pada tubuh ikan khususnya pada bagian perut bagi ikan yang dipelihara di kolam semen.

 

Kesimpulan sementara kami dapatkan bahwa pemeliharaan dengan metode menggunakan kolam semen kami anggap kurang baik jika dibandingkan dengan kolam terpal atau kolam tanah.  Mungkin kami harus melakukan ujicoba lagi untuk mencari alternatif yang terbaik jika hendak memelihara ikan pada kolam semen.  Untuk teman-teman yang ingin memelihara ikan lele pada kolam semen jika hendak menjadikannya sebagai bisnis lebih baik dikaji ulang, kecuali jika untuk kesenangan / hobi sambil iseng-iseng bisa menjual ikan untuk tambahan saja.

Sampai sekarang saya masih mencoba formasi apa yang terbaik jika ingin mengoptimalkan pemeliharan lele jumbo pada kolam semen.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: