Jual Lele Hasil Budidaya Kolam Terpal

Sekarang ini setiap bulan saya sudah bisa menjual ikan lele hasil pembudidayaan pada kolam terpal. Rutinitas penjualan ini terjadi karena saya mengatur jarak tebar benih pada setiap kolamnya. Kolam terpal yang ada sekarang ini ada 20 kolam, tiap-tiap kolam diisi ikan sebanyak 500 ekor dengan luas kolam 2×3 m2. Saya membagi koammenjadi 4 kelompok dimana setiap kelompok mempunyai jarak 1 bulan hingga setiap bulan saya bisa panen dari setiap kelompok. Untuk sekali panen dari 5 kolam yang setiap bulannya, Alhamdulilah panen berkisar antara 220-250 kg per bulannya. Jika pakan baik, sirkulasi air baik dan bibit yang berkualitas, maka dalam jangka waktu 3 bulan kita sudah bisa menjual lele konsumsi dengan ukuran 8-10 ekor per kilo gramnya.

Selama ini lele hasil panen saya jual dengan variasi harga yang berbeda yaitu :

  1. Untuk harga eceran Rp.200.000,-
  2. Untuk Pengepul yang lele diantar ketempat mereka saya jual Rp.18.000,-
  3. Untuk Pengepul yang ambil sendiri saya jual dengan harga Rp.16.500,

Untuk bibit selama ini saya masih membeli dari rekan penyedia bibit lele,untuk pembibitan saya belum memulai sendiri karena untuk proses yang satu ini perlu keahlian lebih serta perawatan untuk bibit sampai siap untuk ditebar dikolam pembesaran.

Iklan

Keuntungan Memelihara Lele Di Kolam Terpal

Sebelumnya saya melakukan pembudidayaan lele jumbo di kola semen, namun setelah beberapa tahun saya jalani ternyata ada beberapa hal membuat saya tidak melanjutkan pemeliharaan pada kolam semen. Adapun hal-hal yang membuat saya tidak melanjutkan pemeliharaan ikan lele jumbo pada kolam semen adalah :

  1. Ikan banyak yang luka karena bagian bawah kolam terkadang banyak berisi pasir atau kerikil kecil yang membuat perut ikan banyak yang terluka.
  2. Perkembangan ikan terjadi kurang pesat, karena ada pengaruh air yang mudah berubah karena semen pada saat siang hari dan malam hari mempunyai suhu yang berbeda.
  3. Untuk ekspansi dibutuhkan biaya yang tinggi, apalagi harga material sekarang ini yang dirasa sering mengalami kenaikan.

Dari pengalaman saya diatas akhirnya saya memutuskan untuk beralih dari pemeliharaan lel jumbo kolam semen ke kolam terpal. Pemeliharaan lele pada kolam terpal dapat menjadi solusi bagi anda yang ingin membudidayakan ikan lele. Kolam terpal bisa menjadi salah satu solusi dalam hal penyediaan tempat untuk budidaya ikan lele. Lele dapat hidup dan berkembang pada  banyak media pemeliharaan, bisa di kolam tanah, kolam semen dan kolam terpal atau diperairan bebas semacam kali atau danau sekalipun, untuk itu jika ada yang ingin membudidayakan ikan tersebut dan ingin menghasilkan keuntungan yang menjanjikan, maka anda harus bisa menyesuaikan dengan kondisi keuangan anda. Bagi anda yang memiliki kantong tebal untuk mengembangkan usaha pembudidayaan ini, anda bisaa saja memilih media tanah atau kolam semen, tetapi bagi nda yang hanya memiliki modal yang pas-pasan, mungkin menggunakan kolam terpal menjadi salah satu solusinya.

Kolam terpal selain ekonomis dalam hal permodalan, juga adanya kemudahan dalam hal pengontrolan ikan. Ikan dapat dikontrol dengan mudah dari gnnguan binatang pemangsa yang biasa menjadi musuh ikan jika dipelihara di kolam tanah , air pun juga bisa diamati setiap saat hingga bisa meminimalkan angka kematian . Selain itu pula kolam dapat dipindah-pindahkan secara cepat jika ada keadaan darurat seperti banjir dan lainnya dengan kata lain selain biaya relatif murah, mudah dikontrol, bebas dari binatang pemanggsa juga kolam bisa mobil dalam keadaan tertentu.

Itulah mungkin yang menjdi dasar referensi bagi saya untuk lebih memilih melakukan budidaya ikan lele pada kolam terpal. Dan sampai saat ini, saya sudah memelihara ikan lele dalam kolam terpal lebih dari 1 tahun dan sudah memasuki tahun kedua dan saya merasa tidak ada masalah dengan pemeliharaan di kolam terpal ini.

Satu hal yang penting yang harus kita ingat, untuk pemeliharaan lele ini yang paling terpenting adalah pakan yang berprotein tinggi serta air, walaupun ikan lele dikatakn ikan yang kuat yang dapat hidup pada air yang mempunyai kadar oksigen sedikit, akan tetapi faktor air yang banyak mengandong oksigen sangat dibutuhkan untuk proses pembesaran ikan.

 

 

 

 

Pakan Tambahan Dari Bebek Potong

Untuk meringankan biaya pakan bagi ikan lele yang sudah mulai besar, tidak ada salahnya memberikan makanan tambahan dari kotoran bebek. Saya mencoba untuk memberi pakan ikan dari kotoran bebek dimana diatas kolam dibuatkan kandang bebek (potong) untuk menambah pakan tambahan bagi ikan selain makanan utama (pelet).

Dari hasil tumpang sari tersebut ternyata cukup mengurangi biaya pakan, dan pertumbuhan lelepun bisa menjadi lebih cepat besar. Ada dua keuntungan didapat sekaligus dari hasil ikan lele dan pembesaran bebek potong. Hanya saja yang perlu diperhatikan jika kita memelihara ikan lele dikolam harus sering2 diganti airnya agar sirkulasi air tetap terjaga.

Jika anda ingin melihat peternakan bebek potong yang saya punya ada disitus http://www.peternakanbebek.com, itu adalah bebek potong yang kotorannya digunakan untuk pakan ikan lele.

 

Mencoba Menjual Indukan Lele

Dari awal pemeliharaan sampai saat ini terdapat sekitar 350 ekor ikan yang tersisa untuk dibesarkan, sekarang ini usia ikan tersebut sudah hampir 1 tahun sehingga kami memutuskan untuk mencoba menjual indukan lele tersebut.  Dari sekitar 350 ekor ikan tersebut hampir 70% adalah indukan betina dan sisanya adalah jantan.

Karena tubuh ikan-ikan tersebut semakin hari semakin besar dan waktu kami jual untuk konsumsipun sudah lewat seleksi,  maka kami memutuskan untuk menjualnya sebagai indukan untuk penetasan lele. Bagi rekan-rekan, kami persilahkan jika ingin membeli indukan tersebut Rencananya ikan-ikan tersebut kami akan kami jual seharga Rp.60-80 ribu per 3 ekor (2 betina 1 jantan) tergantung beratnya.

Selain menjual indukan kami juga sedang mencoba melakukan pemijahan sendiri dari indukan tersebut dan nantinya akan kami jadikan sebagai bibit untuk mengisi kolam sendiri dan selebihnya kami jual bagi yang memerlukan.

Teknik Pemijahan Lele Jumbo

Didalam melakukan pemijahan/pembibitan lele jumbo ada beberapa teknik yang biasa dilakukan oleh para peternak ikan ini.  Secara garis besar teknik pemijhan lele jumbo dibagi kedalam dua kategori yaitu teknik secara alami dan melalui penyuntikan kelenjar hipofisa.

1. Pemijahan Secara Alami

Metode ini adalah metode tradisional dimana ikan  dibiarkan di alam terbuka dan perkawinan ikan sesuai dengan sifat hidupnya tanpa perlakuan dan bantuan manusia.

2. Pemijahan dengan metode penyuntikan (hipofisa)

Adalah melalui metode penyuntikan dengan kelenjar hipofisa terhadap induk betina dan jantan dari lele. Pemberian kelenjar hormon hipofisa pada recipient (penerima) yang berguna untuk melancarkan proses kematangan gonad, sehingga mempercepat proses jalannya pemijahan ikan tersebut.

dari kedua jenis pemijhan tersebut yang kami anggap lebih baik adalah dengan metode yang kedua karena dengan metode tersebut kita bisa mengatur penjadwalan untuk pemijahan dari lele yang kita miliki. Sedangkan pada metode pemijahan yang pertama kita tidak bisa memprediksi kapan pemijahan terjadi tergantung indukan itu sendiri dan biasanya telur yang keluar dari hasil pemijahan tradisonal itu tidak maksimal hal ini berbeda dengan pemijahan dengan penyuntikan dimana indukan bisa mengeluarkan seluruh telur yang ada.

Dari penjelasan diatas jelas kelebihan metode yang satu atas metode yang lain, tapi jangan lupa metode dibalik kelebihan metode kedua diwajibkan untuk menguasai pengetahuan yang lebih didalam hal melakukan penyuntikan terhadap indukan, dan kelebihan metode pertama adalah tidak perlu pengetahuan khusus tinggal membedakan mana indukan yang sudah siap untuk dipijahkan dan dibiarkan melakukan pemijahan sendiri sesuai dengan keinginannya.

Baik & Buruk Pemeliharaan Pada Kolam Semen

Setelah 6 bulan lamanya kami melakukan uji coba pemeliharaan ikan lele jumbo pada kolam semen akhirnya dapat kami ambil suatu kesimpulan dari hasil yang kami peroleh. Pada 3 bulan pertama kami sudah bisa memanen ikan tapi hanya sekitar 55% dari total tebar benih yang kami tebar.  Bulan berikutnya yaitu bulan ke empat 20% dan bulan kelima 15% serta terakhir sampai dengan bulan ke enam masih ada sekitar 10 % ikan-ikan tersebut belum bisa dipanen karena berat badan ikan baru sekitar 80-100 gr per ekor.

Dari hasil pengamatan selama ini ternyata pemeliharaan pada kolam semen tidak semulus pemeliharaan pada tanah atau kolam terpal, hal ini terbukti selain kami memelihara pada kolam semen kami melakukan uji coba sebanyak 300 ekor ikan kami pelihara dikolam terpal serta 100 ekor ikan kami pemelihara di kolam tanah. Hasil akhir menunjukan bahwa perkembangan yang terjadi pada ikan-kan yang dipelihara secara berbeda menunjukan perkembangan yang berbeda.

Adapun perbedaan yang terjadi adalah :

  1. Ikan yang dipelihara pada kolam tanah ternyata paling besar jika dibandingkan dengan kolam terpal dan kolam semen.
  2. Perbedaan daya tahan ikan dimana ikan yang dipelihara pada kolam semen mempunyai daya tahan yang kurang jika dibandingkan dengan yang dipelihara di kolam terpal dan tanah, hal ini terbukti ikan yang diambil dari kolam semen dalam beberapa jam jika diambil akan mati.
  3. Warna kulit ikan pun berbeda, kolam semen ikan berwarna agak lebih putih/terang  bila dibandingkan dengan yang didua kolam lainnya.
  4. Terdapat banyak luka pada tubuh ikan khususnya pada bagian perut bagi ikan yang dipelihara di kolam semen.

 

Kesimpulan sementara kami dapatkan bahwa pemeliharaan dengan metode menggunakan kolam semen kami anggap kurang baik jika dibandingkan dengan kolam terpal atau kolam tanah.  Mungkin kami harus melakukan ujicoba lagi untuk mencari alternatif yang terbaik jika hendak memelihara ikan pada kolam semen.  Untuk teman-teman yang ingin memelihara ikan lele pada kolam semen jika hendak menjadikannya sebagai bisnis lebih baik dikaji ulang, kecuali jika untuk kesenangan / hobi sambil iseng-iseng bisa menjual ikan untuk tambahan saja.

Sampai sekarang saya masih mencoba formasi apa yang terbaik jika ingin mengoptimalkan pemeliharan lele jumbo pada kolam semen.

Kesuksesan itu merupakan rangkaian

Semua orang menginginkan kesuksesan, setiap saat orang-orang selalu berpikir bagaimana caranya meraih kesuksesan, setiap itu pula orang orang berpikir kesuksesan adalah sesuatu yang sulit dan hanya diperoleh dengan kerja keras.  Memang benar adanya, tak mungkin anda sukses meraih sesuatu, mendapatkan apa yang anda harapkan kalau hanya dengan menunggu keberuntungan saja, mungkin ada sebagian kecil saja atau pengecualian dari sekian banyak orang yang bisa meraih kesuksesannya lewat sebuah keberuntungan.

Keberhasilan adalah sesuatu yang diperoleh secara berantai dari berbagai macam langkah dan proses untuk menuju kearahnya. Tekad, kemauan modal dan ilmu yang dimiliki akan menjadi bahan dasar didalam mengarungi dan menuju langkah sukses tersebut. Ada kesempatan yang diciptakan, ada modal untuk memulainya, menguasai ilmu untuk mengarunginya serta kesabaran dan kekuatan dan terakhir adalah doa dan harapan.  Jika semua langkah telah dialalui tetapi kita masih belum sukses juga cobalah lagi dan lagi dan kalau sudah letih dan punya keyakinan untuk tidak berhasil lagi barulah kita berucap “ini sudah suratan” harus diterima dengan penuh syukur dan sabar. Kegagalan bukan akhir segalanya, kalau kita gagal coba dan coba terus sampai suatu tujuan bisa kita raih . Dengan kegagalan pada awalnya akan membuat keberhasilan akan terasa berharga dan berkesan.

Akhirnya kita teringat akan pepatah “jangan kau tunggu bintang jatuh dari langit” , jadi untuk mencapai suatu cita-cita lakukan proses menuju kesana dengan benar dan tahapan yang sesuai gabungkan rangkaian tersebut dan Insa Allah apa yang kita inginkan akan terlaksana.  ….Amin!.